Karena bagi bumiku, kamu itu kembang api. Yang bikin rasa meledak untuk kemudian bikin kagum, namun hanya sekejap dan menghilang begitu saja. Lalu, aku dipaksa untuk siap kecewa menerima, bahwa segala yang indah memang selesai dengan cepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s